“Hitam & Putih”
Hitam dan Putih. Begitulah seringnya terdengar beberapa orang menyebutkan sisi kehidupannya. Hitam ataukah putih.
Hitam digambarkan dengan kehidupan yang penuh kebencian, kejahatan, keburukan, kedengkian, dendam, dan sebagainya yang mungkin bisa dikategorikan dalam kategori ‘hitam’.
Putih digambarkan dengan kehidupan yang suci, bersih, dengan kebaikan, ketulusan, ikhlas, kehormatan, dan lain-lain yang memiliki kategori ‘putih’ yang jauh dari si ‘hitam’.
Kawan, bukankah Tuhan menciptakan warna bukan hanya putih dan hitam. Di bumi ini terdapat warna dasar yang dapat menghasilkan warna lain yang indah. Selain putih dan hitam, ada merah, biru, dan kuning. Jika dipadukan akan menghasilkan warna hijau, coklat, jingga, ungu, abu-abu, dan nila.
Warna-warna yang beragam tersebut mungkin bisa mewarnai kehidupan kita selain hanya putih dan hitam. Jadi inget sebuah iklan cat tembok yang menggambarkan bahwa hampa sekali jika kita tinggal di tempat yang hitam dan putih saja. Tapi dengan tempat yang memiliki warna-warna yang indah, pasti bisa menyenangkan sekali tinggal di sana.
Iklan itu pasti dibuat dengan pertimbangan yang baik dan ada maksud tertentu. Coba aja lihat iklan di jalan-jalan. Kalau iklan dipasang dengan warna yang hanya putih dan hitam, orang-orang pasti kurang tertarik membacanya. Tapi kalau diberi warna yang mencolok, maka secara spontan orang akan melihat. Apalagi ditambah cahaya lampu yang terang dan bagus. Wah, mata ini pasti tertarik untuk melihatnya.
Andaikan hidup tidak hanya digambarkan dengan hitam putih, tetapi dengan warna-warna yang beragam, akan indah sekali hidup ini.
Si hitam dan si putih sih pasti ada kan pada setiap manusia. Namun, ada isi dominan yang menguasai. Nah, itu semua kan bisa diberi warna oleh warna-warna lain yang menghiasi kehidupan agar lebih berwarna. Misal, orang baik yang tidak memiliki keceriaan (kuning), keberanian (merah), dan persahabatan (mejikuhibiniu), akan hampa sekali hidupnya. Begitu juga dengan si hitam. apakah ia hanya menjadi si hitam saja? Bodoh sekali jika hanya menjadi si hitam padahal hidupnya masih bisa berwarna tanpa harus menjadi si hitam saja.
Hahaha.... mungkin kawan tau apa maksud dari tulisan ini.
Hidup itu berwarna guys!
Jika kamu memiliki warna yang beragam,,,jangan sampai membiarkan warna itu pudar. Caranya ialah tetaplah mewarnai hidupmu dengan warna-warna yang ada dan beragam setiap harinya...
Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu, dsb...
Aku juga menginginkan hidupku indah berwarna seperti pelangi yang muncul setelah hujan berhenti...
Rabu, 27 Januari 2010






0 komentar:
Posting Komentar