“Aku bagai burung yang hinggap dalam sangkar. Aku ingin terbang bebas mengelilingi dunia...
Kini aku terbang di luar sangkar, namun aku bagai burung terasing yang terbang tidak tahu arah. Hingga aku bertemu burung penuh pesona di luar sana................................................................”
“Akulah....Turia....”
Apakah kamu pernah merasakan, kamu memiliki kebebasan namun kamu tidak merasakan kebebasan itu? Apakah kamu pernah merasa terpenjara dalam perasaan yang menyakitkan dalam waktu yang lama? Apakah kamu pernah terbayang-bayang dengan pahitnya masa lalu?
Jika iya, mungkin kamu memiliki masa lalu seperti kisah Turia....
Turia adalah gadis yang memiliki kaceriaan di setiap harinya. Namun, berbeda ketika masa lalu yang menyakitkan membuat ia berperilaku seperti anak kecil. Selalu terbayang-bayang masa lalunya yang kelam itu. Ia pun menjadi takut menghadapi cinta.
Betapa buruknya masa-masa Turia setelah kejadian itu. Ia bukan hanya disakiti oleh perlakuan pria yang ia kasihi ketika itu, tapi ditinggalkan. Perlakuan yang membuat luka di hati Turia, terus membekas. Jika ingat kenangan kelam, Turia merasa seperti berada di ruangan gelap, hitam, dan sulit mencari sinar untuk dapat berjalan ke arah yang ia inginkan.
Akhirnya, Turia bertemu pria lain yang amat baik. Sungguh sabarnya pria itu menghadapi masa trauma Turia yang masih terbayang masa lalunya yang kelam.
“Entah memang tulus ataukah ada yang diinginkan pria itu dari Turia?” Itulah awal pikiran dibenak Turia terhadap pria itu.
Sungguh tidak menyenangkan jika kita terus dibayangi masa lalu yang menyakitkan. Namun, masa lalu akan terus mengikuti.
Itulah sepintas kisah Turia.
Kamu tahu, Turia kini menjalani kasih dengan pria yang baik terhadapnya setelah menjalani proses penyembuhan trauma yang cukup lama dengan dibantu pria itu.
Kamu pernah gak merasakan bahwa masa lalu mempengaruhi perilaku kita sekarang? Memang begitulah adanya yang terjadi. Seperti Turia yang butuh berbulan-bulan memulihkan dirinya dari luka yang dalam.
Masa lalu yang menghantui kita, mempengaruhi perilaku kini yang mungkin bukanlah perilaku yang kita inginkan. Bahkan membuat orang sekitar turut bersedih karenanya.
Kawan, bagi kamu yang memiliki masa lalu yang menyakitkan dengan seseorang, mungkin lebih menyakitkan dari kisah Turia, kamu adalah orang yang hebat karena kamu bisa bangkit dari masa lalu yang menyakitkan itu.
Hal yang kita lakukan adalah mengubah apa yang mengganggu kita dan membina apa yang sungguh diharapkan oleh kita dan orang lain yang paling kita sayangi. Kata-kata itu adalah kata-kata yang Turia baca dan ingat. Kata-kata itu adalah kata-kata P. Adolf Heuken SJ dalam pengantar buku karangan Thomas A. Harris yang berjudul ‘I’m OK – You’re OK’. Mungkin kamu juga bisa membaca buku ini, karena buku tersebut membantu kita menjadi orang yang OKE.
Mungkin pada awalnya, kita mengeluhkan bahwa ‘saya memanglah begini, ga mungkin saya bisa berubah’. Itu adalah keluhan yang tidak bisa dibenarkan. Perlu diingat, bahwa KITA BISA BERUBAH! Kita bisa menjadi orang yang benar-benar merasa OKE. Kita dapat menerima dan mengakui diri kita sendiri sesuai dengan apa adanya. Kita dapat merasa senang dan tenang dengan diri kita itu. Saya senang sekali dengan kata-kata P. Adolf Heuken SJ, jadi saya kutip yah supaya kita sama-sama bisa menjadi orang yang merasa OKE, seperti halnya Turia. Adolf berkata, bahwa mustahil menghapus setiap masa lalu. Satu-satunya yang mungkin ialah: menyadari dan mengetahui pola batin kita itu. Lalu kita bertindak secara dewasa, tanpa mengijinkan reaksi spontan kita terlalu menentukan tindakan kita. Ia juga berkata bahwa perasaan kita mengenai keadaan diri sendiri sangat penting. Harga diri, kebahagiaan dan reaksi terhadap orang lain sangat tergantung dari perasaan kita terhadap diri kita sendiri. Jika saya tidak merasa senang dengan diri saya sendiri, maka sungguh sukar bagi saya untuk dapat merasa aman dan terbuka terhadap orang lain. Tetapi kalau saya merasa OKE, menerima dan merasa baik dan beres, maka saya jarang merasa iri, merasa minder atau rendah diri. Sebab, saya tidak takut menerima orang lain sebagai OKE juga. Dengan demikian, pergaulan kita dapat berjalan lancar dan menyenangkan. Hanya berkat sikap terbuka dan tanpa prasangka hal itu dimungkinkan.
Kawan, dengan menggambarkan kisah Turia dengan hal-hal yang ia pelajari dan ia baca mungkin menjadi pengalaman dan pembelajaran yang berharga. Jika merasa tidak kuat menahan masa lalu yang menyakitkan, kita tentu saja harus mendekatkan diri pada Tuhan. Curhat dengan-Nya dan dengan orang yang dipercaya jika ingin, serta dibarengi dengan usaha. Percayalah bahwa Tuhan mendengar kita dan mengirimkan perantara untuk kita dalam menghadapi hal yang mengganggu hidup kita itu. Perantara mungkin saja Tuhan berikan, seperti Turia yang menemukan pria yang lebih baik yang kini melamarnya untuk menjadikannya istri. Mengharukan bukan? Turia mendapatkan pria yang baik yang membantunya untuk bangkit menjadi orang yang OKE. Selain pria itu, Turia juga mencari pengetahuan dari buku bacaan dan orang-orang yang dapat ia percaya untuk bisa belajar dari pengalaman.
Kawan, banyak hal yang membuat kita buta akan hal lain. Terbukalah dengan perasaan yang dirasakan. Kebebasan perasaan akan membuka pikiran yang mampu mengantarkan kita pada kehidupan yang luar biasa lebih baik. Perasaan mempengaruhi pikiran dan tindakan kita.
Kawan yang ingin bangkit menjadi orang yang OKE, kamu tidaklah sendiri. Turia adalah salah seorang yang juga kini merasa dirinya OKE melalui proses yang tidak sia-sia.
So, SEMANGAT!!!!!!!!!
Kita adalah manusia yang berharga...yang juga mungkin membuat orang lain ikut merasa berharga...
Selamat menjalani hidup dengan mengenali perasaanmu sendiri...^0^
Senang sekali jika kamu mau berbagi cerita dan memberikan pelajaran yang lebih berharga dengan mengomentari tulisan ini...hehehehe
SEMANGAT!!!
Selasa, 26 Januari 2010






0 komentar:
Posting Komentar